Antisipasi Resiko Usaha
Antisipasi Resiko Usaha

Langkah- langkah Antisipasi Resiko Usaha

Posted on

CARAMENJADI.COM – Resiko usaha menjadi salah satu hal yang tidak bisa lepas dari kegiatan berusaha. Resiko ini memang hadir ditengah-tengah usaha untuk memberi tahu para pengusaha bahwa merintis usaha itu tak selamanya berbuah manis.

Resiko bisa muncul dari berbagai arah, baik secara internal maupun secara eksternal. Namun adanya resiko ini harusnya tidaklah menjadi penghalang bagi para pengusaha untuk mengembangkan usaha mereka, sebab dengan perencanaan dan langkah-langkah yang tersusun dengan baik, resiko tentunya bisa dikurangi.

Pada artikel berikut ini, Kami sudah menuliskan langkah-langkah antisipasi resiko usaha. Diharapkan langkah-langkah berikut ini bisa membantu Anda untuk mengurangi kerugian pada usaha anda.

 

"Antisipasi

 

Antisipasi Resiko Usaha

 

Membuat Rencana dan Mengidentifikasi

Sebelum Anda mulai menjalankan usaha, sudah sewajarnya anda melakukan identifikasi dan membuat rencana untuk usaha Anda kedepannya.

Rencana yang anda buat haruslah memuat detail tentang target yang ingin Anda capai dari segi operasional, keuangan, dan pemasaran.

Kemudian dari rencana yang sudah Anda buat tersebut, anda bisa mulai mengidentifikasi resiko baik internal maupun eksternal yang akan muncul.

Resiko yang akan muncul dari segi operasional secara internal misalnya adalah kelancaran pasokan bahan baku dan jumlah mesin yang dalam kondisi prima untuk melakukan proses produksi.

Sedangkan resiko eksternal bisa meliputi bencana alam yang kemungkinan terjadi, perubahan peraturan, dan adanya persaingan.

 

Menilai Tiap Resiko yang Akan Muncul Dalam Usaha

Setelah Anda berhasil membuat rencana usaha dan mampu mengidentifikasi resiko yang akan muncul nantinya, selanjutnya Anda harus menilai berbagai resiko yang akan muncul ini.

Penilaian akan resiko ini bisa didasarkan dengan seberapa besar dampak yang bisa dihasilkan oleh resiko tersebut pada kelangsungan usaha.

Contohnya, jika perusahaan sangat bergantung pada arus kas, maka resiko pada arus kas harus diberi nilai yang tinggi atau kritikal.

 

Simak juga artikel ini: Pengusaha Wajib Tahu Resiko Eksternal Dalam Usaha

 

Perencanaan Penanggulangan Resiko

Perencanaan penanggulangan resiko akan menjadi langkah selanjutnya. Rencana penanggulangan akan meliputi hal apa saja yang harus disiapkan dan dilakukan supaya resiko bisa terhindar atau apabila resiko terjadi.

Misalnya, jika terdapat kemungkinan barang rusak dalam proses pengiriman, maka perusahaan bisa mengurangi resiko tersebut dengan merancang metode pendistribusian yang lebih baik.

Sejenis penambahan bubble wrap tambahan merupakan salah satu jenis rencana penganggulangan.

Kemudian jika ada kemungkinan kecelakaan kerja, ada baiknya perusahaan memberikan asuransi pada aset dan karyawan perusahaan serta memberlakukan standar keamanan kerja.

 

Training Penanganan Resiko

Rencana tentunya tak akan berguna jika tidak ada test drive –nya. Untuk itu, guna memperoleh potensi penuh dari rencana yang telah dibuat, melakukan training pada SDM yang dimiliki perusahaan juga menjadi satu dari langkah-langkah antisipasi.

SDM yang sudah terlatih dan terbiasa menerapkan strategi penanganan tentunya akan lebih siap dan tanggap apabila sewaktu-waktu hal yang tidak diinginkan benar-benar terjadi.

Meski rencana dan realita bisnis memiliki perbedaan, dengan mengikuti segala rencana yang telah dibuat maka Anda dapat mengetahui efektivitas rencana tersebut.

Hal ini tentu akan membuka lebar kesempatan bagi rencana tersebut untuk menjadi lebih baik.

 

Monitor, Evaluasi, Perbarui.

Jika rencana sudah dibuat dan pelatihan sudah dilakukan, maka selanjutnya adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan rencana-rencana tersebut.

Rencana yang sudah dilakukan ada baiknya diberikan evaluasi untuk mengetahui rencana mana saja yang berjalan dengan baik, mana yang perlu disesuaikan, dan mana yang perlu diperbarui.

Selalu tanamkan dalam pikiran bahwa situasi dan kondisi di dalam dan di luar perusahaan senantiasa terus berubah.

Oleh karena itu evaluasi harus selalu dilakukan guna meminimalisir terjadinya kemungkinan terburuk.

 

Cukup sampai disini pembahasan tentang langkah-langkah antisipasi resiko usaha. Resiko dalam usaha merupakan sesuatu yang ‘hidup’ dan dapat berubah-ubah, sehingga penyesuaian yang berkelanjutan memang selalu dibutuhkan.