Buku Perpustakaan
Buku Perpustakaan

3 Langkah Menyusun Buku Induk Perpustakaan

Posted on

CARAMENJADI.COM – Buku induk perpustakaan merupakan barang yang wajib dimiliki setiap perusahaan, terutama instansi yang menyediakan layanan baca dan pinjam buku seperti sekolah.

Adanya buku induk perusahaan ini selain untuk menggambarkan seluruh koleksi yang ada di perpustakaan, tentunya juga akan memudahkan para staff yang bekerja di perpustakaan untuk melakukan stock opname dan perawatan koleksi tersebut.

Buku induk harus diperbaharui secara rutin, terutama saat ada kiriman koleksi yang baru. Para koleksi ini kemudian akan diberikan identitas untuk mempermudah proses identifikasi nantinya.

Memasukkan data buku ke dalam buku induk perusahaan ini merupakan langkah awal dalam pengolahan bahan pustaka dan wajib diketahui oleh para pengurus perpustakaan.

Oleh karena itu, kami sudah menyusun cara membuat buku induk perpustakaan di artikel ini. Silahkan disimak.

 

Menyusun Buku Induk Perpustakaan

Buku Perpustakaan
Buku Perpustakaan

1. Tentukan Jenis Koleksi Perpustakaan

Pertama, silahkan periksa terlebih dahulu jenis koleksi seperti apa saja yang dimiliki oleh perpustakaan. Selain buku, biasanya majalah, terbitan berseri, dan foto juga menjadi koleksi perpus.

Baiknya, koleksi yang bermacam-macam ini dikelompokkan dan dicatat tersendiri dalam buku yang berbeda. Pun jika ingin menggunakan buku yang sama, pastikan koleksi diurutkan sesuai jenisnya terlebih dahulu atau dibuat pembatas agar tidak membuat bingung nantinya.

 

Baca juga: Cara Buat Katalog Buku

2. Isikan Informasi Dengan Sesuai

Pastikan untuk membuat kolom yang memuat informasi koleksi, daftar informasi yang sebaiknya ada pada buku induk perpustakaan adalah sebagai berikut:

 

Nomor Urut

Nomor urut ini sesuai namanya merupakan urutan yang diberikan pada koleksi dan dituliskan saat koleksi tersebut masuk ke dalam perpustakaan.

Anda dapat memberikan batasan dalam penomoran koleksi, misalnya jika batas penomoran adalah 200 maka koleksi yang datang selanjutnya bisa diberikan nomor urut 1.

 

– Nomor Inventaris

Nomor inventaris merupakan nomor yang akan diberikan kepada koleksi yang bersifat unik dan personal. Artinya, nomor inventaris akan berbeda satu sama lain meskipun koleksi tersebut memiliki judul yang sama.

Nomor ini nantinya bisa digunakan untuk proses pengurutan secara otomasi sehingga harus dipastikan bahwa nomor inventaris tidak ada yang ganda.

 

– Kode Klasifikasi

Kode klasifikasi atau nomor panggil merupakan kode yang diberikan kepada koleksi untuk mengkategorikan koleksi tersebut. Biasanya kode klasifikasi ditulis hanya menggunakan beberapa huruf saja.

Setiap huruf yang digunakan dalam kode klasifikasi akan memberikan informasi tertentu, misalnya 2 huruf pertama dari judul buku atau 3 huruf pertama dari nama pengarang.

 

– Tanggal Penerimaan

Bagian ini diisi ketika koleksi diterima oleh pihak perpustakaan. Gunakan format tanggal yang konsisten agar mengurangi resiko kesalahpahaman saat pembacaan laporan nantinya.

Buku Perpustakaan
Buku Perpustakaan

– Judul Koleksi

Bagian judul ditulis secara lengkap dan sesuai dengan yang tertera di sampul koleksi. Apabila judul dirasa terlalu panjang, bisa menggunakan tanda elipsis atau tanda titik tiga (…).

 

– Nama Pengarang

Nama pengarang ditulis lengkap dan sebaiknya tidak mencantumkan gelar agar tidak terjadi kesalahan tafsir singkatan gelar milik pengarang.

Bagian ini juga bisa diisi dengan nama penerbit atau lembaga yang menerbitkan dan bertanggung jawab aras karya tersebut.

 

– Impresium

Bagian impresium akan berisikan nama kota beserta tahun terbit dari koleksi tersebut. Apabila lokasi terbitnya koleksi tidak diketahui, boleh diganti dengan tulisan ((t.k)) atau tanpa kota.

 

– Sumber Asal Koleksi

Maksud dari bagian ini adalah darimana koleksi tersebut didapatkan hingga bisa masuk ke perpustakaan. Apakah koleksi tersebut merupakan hasil pembelian (P), wakaf (W), hadiah (H), atau dari lain-lain (L).

 

– Bahasa

Memuat bahasa yang digunakan pada koleksi. Disarankan untuk membuat beberapa kolom bahasa namun tetap dibatasi jumlahnya, misalnya Anda hanya membuat kolom bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

Jika koleksi dengan bahasa tertentu hanya berjumlah sedikit, bisa dimasukkan pada kolom bahasa Lainnya.

 

– Harga

Sangat penting bagi perpustakaan yang memberlakukan layanan pinjam koleksi. Kolom harga disini akan diisi dengan jumlah denda yang harus dibayar apabila terjadi koleksi tersebut rusak atau hilang.

 

– Jumlah

Diisikan dengan banyaknya jumlah koleksi dalam satu kategori sejenis yang ada di perpus.

 

– Keterangan

Kolom ini akan digunakan untuk menuliskan kondisi koleksi setelah melakukan stock opname. Apabila koleksi rusak atau hilang, kolom ini wajib diisi.

 

3. Rutin Cek dan Perbarui Buku Induk Perpustakaan

Setelah buku induk selesai dibuat, jangan lupa untuk selalu melakukan pengecekan apakah baik jumlah maupun kondisi koleksi sudah sesuai atau belum. Jika dirasa ada yang kurang sesuai silahkan lakukan pembaruan pada catatan buku induk.

 

Itulah dia cara membuat buku induk perpustakaan. Membuat catatan koleksi seperti ini memang akan memakan cukup banyak waktu tergantung jumlah koleksi yang dimiliki perpus. Namun dengan adanya catatan ini tentu kegiatan pencatatan dan pengecekan koleksi akan jauh lebih mudah dan tersusun.