resiko bawang merah
resiko bawang merah

Usaha Bawang Merah : Tips Menjalankan dan Resiko

Posted on

Caramenjadi.com – Usaha bawang merah sebagai salah satu jenis rempah-rempah yang sering dijadikan bumbu pokok suatu masakan tentu banyak dicari oleh orang. Oleh karena permintaannya yang banyak, beberapa orang memutuskan untuk mendirikan usaha menjual bawang merah.

Tetapi sebelum Anda menjalankan usaha bawang merah ini, ada rintangan tersendiri. Ya seperti yang kita ketahuilah, bahwa setiap usaha pasti ada plus minusnya. Pada artikel ini, cara menjadi akan memberikan sebuah tips menjalankan bisnis bawang merah dan juga menjelaskan resiko menjalankan usaha ini.

Apa saja itu? Simak artikel di bawah ini.

Tips dan cara memulai usaha bawang merah

resiko bawang merah
resiko bawang merah

Meskipun Anda masih pemula, Anda tidak perlu takut untuk memulai bisnis baru, terutama karena prospeknya sangat bagus. Anda dapat menghindari beberapa cara ini sebelum menjalankan usaha bawang merah berikut.

Baca juga Ide Usaha Makanan Khas Daerah

Selalu pilih bibit bawang berkualitas tinggi

Agar usaha bawang merah yang Anda mulai selalu dapat laku ludes oleh banyak pelanggan, selalu pastikan Anda memilih benih bawang merah berkualitas tinggi. Biasanya, petani sering menggunakan umbi sebagai biji bawang. Pilih umbi yang akan dipanen saat sudah cukup umur. Ciri-ciri umbi yang baik sebagai bibit adalah :

  1. ukuran dari 1.5 cm hingga 2cm
  2. gelap dan merah terang
  3. tidak ada kekurangan pada umbi
  4. umbi memiliki bentuk yang indah
  5. berat umbi tidak terlalu kecil

Harus dapat mengelola tanah dengan tepat

Lahan yang akan ditanami harus diolah terlebih dahulu dengan bibit bawang merah. Metode penanaman lahan daun bawang antara lain dengan :

  1. buat bedengan berukuran 100 cm (Lebar) dan 30 cm (tinggi) dengan jarak antar bedeng sekitar 50 cm
  2. jarak antara Anda membuat seperti parit sedalam 20 cm
  3. Longgarkan tanah di bedengan dengan sekop
  4. taburkan dolomit atau kapur dalam jumlah 1 ton pada setiap hektar lahan.
  5. tambahkan kompos atau kompos ke bedengan dan aduk agar merata dengan tanah.
    Dan. Jika pupuk urea tambahan digunakan, gunakan dalam volume 47 kg per hektar lahan.
  6. lahan siap tanam bibit bawang merah minimal 7 hari setelah pengolahan lahan.

Lakukan pengendalian hama secara optimal

Tanaman yang terserang hama selama pertumbuhannya, tentu saja akan menghasilkan panen yang tidak menguntungkan. Demikian pula, tanaman bawang merah harus bebas dari hama dan penyakit. Hama yang paling sering menyerang bawang adalah ulat. Buang daun yang memiliki bintik-bintik putih, karena itu adalah tanda bahwa mereka telah diserang oleh hama ulat. Atau Anda bisa menggunakan semprotan hama dengan bahan aktif zat chlorpyrifos.

Baca juga Usaha Kuliner Unik Beserta Tips Sukses

Perawatan dan perawatan rutin

Tips menjalankan usaha bawang merah selanjutnya yaitu selalu melakukan perawatan secara rutin. Untuk hasil terbaik, Anda perlu melakukan perawatan dan pemeliharaan rutin pada tanah tanaman atau bawang. Siram tanaman bawang merah minimal 2 kali sehari di pagi dan sore hari, lakukan ini sampai tanaman berumur 10 hari.

Setelah tanaman bawang berumur lebih dari 10 hari, Anda hanya perlu menyiramnya sekali sehari. Jangan lupa menambahkan pupuk saat tanaman bawang berumur sekitar 2 minggu. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk urea atau jenis lainnya. Kapan Anda bisa memanen bawang? Idealnya, daun bawang bisa dipanen saat berumur 55-70 hari sejak tanam. Keuntungan dari tanaman siap panen adalah daunnya berkurang 60-70%.

Tingkatkan jangkauan pelanggan dengan strategi pemasaran yang dioptimalkan

Agar usaha bawang merah yang dirintisnya dapat memperluas pasar, maka harus dipromosikan secara optimal. Untuk langkah promosi ini, Anda dapat memanfaatkan kekuatan pemasaran digital untuk memperluas pelanggan. Facebook Instagram, Twitter, dan jejaring sosial lainnya dapat menjadi tempat yang tepat untuk menemukan pelanggan.

Resiko Usaha Bawang Merah

resiko usaha bawang merah
resiko usaha bawang merah

Resiko Usaha Bawah Merah Harganya Tidak Stabil

Resiko usaha bawang merah yang pertama yang senantiasa menjadi suatu masalah pada usaha bawang merah adalah harganya yang tidak stabil. Baik kenaikkan maupun penurunan harga bawang merah selalu bergerak drastis sehingga penjual harus selalu awas dengan pergerakan harga jual bawang merah.

Baca juga Resiko Usaha Makanan Angkringan

Saat harga bawang merah melonjak, penjual masih memiliki resiko kurang pembeli karena harga jual yang dirasa terlalu tinggi dari biasanya. Saat harga bawang merah merosot, penjual tentu akan berhadapan dengan resiko untung yang lebih kecil dari biasanya.

Daya Tahan Barang

Komoditas yang berasal dari pertanian memang dikenal mempunyai daya tahan yang kurang baik, termasuk si bawang merah ini. Bawang merah rawan sekali busuk apalagi jika menumpuk dan tidak lekas dijual.

Tentunya ini menjadi tantangan bagi para distributor dan pengusaha bawang merah untuk segera menjual barang dagangan mereka agar terhindar dari kebusukkan.

Bawang merah yang busuk tentunya tidak akan disukai oleh konsumen dan bahkan bisa membuat citra toko yang menjual bawang merah tersebut menjadi buruk karena konsumen menganggap toko tersebut menjual barang yang tidak layak konsumsi.

Mudah Terserang Hama

Resiko usaha bawang merah selanjutnya dari usaha bawang merah datang ke sang supplier utama atau petani, yaitu tumbuhannya yang rentan diserang oleh hama. Banyak yang menganggap bawang merah merupakan tanaman yang susah untuk dibudidayakan khususnya di lahan yang terbuka.

Bawang merah yang sudah diserang hama tentunya memiliki kualitas yang buruk. Hal ini bisa mendatangkan kerugian baik bagi petani petani dan juga para distributor. Petani akan kesusahan mendapatkan harga jual yang cocok sementara distributor akan kekurangan stok bawang merah yang berkualitas. Sekalipun distributor memaksa untuk menjual bawang yang diserang hama tersebut, tentu harganya juga akan terbanting parah.

Biaya Produksi Mahal

Modal untuk berjualan apalagi membudidayakan bawang merah secara mandiri pastinya tidaklah sedikit. Ditambah lagi, bawang merah digadang-gadang merupakan tanaman yang perawatannya cukup sulit.

Salah dalam melakukan perawatan bisa berujung fatal seperti gagal panen dan ujung-ujungnya malah buntung dan bukannya untung. Menggelontorkan modal yang sangat besar sekalipun juga tidak menjamin akan menghasilkan hasil yang melimpah pula.

Didukung harga bawang merah di pasaran yang fluktuatif alias tidak stabil, membuat pengusaha bawang merah terkadang tidak bisa membalikkan modal yang telah mereka keluarkan.

Persaingan Yang Ketat

Dengan banyaknya jumlah usaha yang menggunakan bawang merah sebagai barang jualan mereka, tentunya sangat wajar jika jumlah pesaing di pasaran berjumlah banyak. Dengan adanya pesaing, pengusaha tentunya tak bisa seenak jidat menentukan harga dan otomatis mengikuti harga pasar yang berlaku.

Harga jual yang terlalu tinggi akan membuat bawang merah tidak laku, dan sebaliknya harga jual yang murah malah akan mendatangkan kerugian. Ada baiknya sebelum memulai usaha, penjual memahami kondisi persaingan yang ada di pasar dan menemukan pangsa pasar yang tepat.

Penutup

Itulah dia daftar dari resiko-resiko yang harus siap dihadapi dalam melakukan usaha bawang merah. Selama anda bisa memahami dan melakukan antisipasi terhadap resiko yang ada, tak perlu takut untuk memulai bisnis ini.